Solidaritas untuk Palue, PGRI NTT Bersama UPG 1945 NTT Salurkan Bantuan Bencana

Maumere, NTT— Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di wilayah Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dengan menyalurkan bantuan sosial dan logistik. Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas keluarga besar PGRI kepada masyarakat yang masih membutuhkan dukungan dalam menghadapi dampak bencana. Dalam penyerahan bantuan, turut hadir Uly Jonathan Riwu Kaho, S.P., M.Si., dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Umum PGRI NTT sekaligus Rektor Universitas Persatuan Guru 1945 NTT (UPG 1945 NTT). Uly hadir bersama Nia Atto selaku Bendahara PGRI NTT, Darmanto Kise selaku Ketua PGRI Cabang Khusus UPG 1945 NTT, serta dua staf UPG 1945 NTT.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan logistik untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut merupakan hasil dukungan sejumlah organisasi PGRI, yakni PGRI NTT, PGRI Jawa Tengah, PGRI Bima, dan PGRI NTB. Kehadiran jajaran PGRI dalam kegiatan kemanusiaan tersebut menunjukkan bahwa organisasi profesi guru tidak hanya bergerak dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Semangat gotong royong menjadi salah satu pesan penting dalam penyaluran bantuan tersebut. Uly Jonathan Riwu Kaho mengatakan, solidaritas dan kepedulian antarsesama perlu terus dibangun, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. “Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar PGRI. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Uly. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi dan pihak yang telah mengambil bagian dalam mengumpulkan serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat Palue. Menurutnya, dukungan dari PGRI NTT, PGRI Jawa Tengah, PGRI Bima dan PGRI NTB menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan dapat menyatukan keluarga besar guru lintas daerah. Bantuan yang tiba di Palue selanjutnya diterima oleh perwakilan masyarakat untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang masih berada dalam kondisi terdampak bencana. Bagi PGRI, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata tanggung jawab sosial organisasi. Guru tidak hanya hadir melalui pendidikan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam membangun kepedulian dan solidaritas sosial. Sementara itu, UPG 1945 NTT sebelumnya juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Uly menegaskan bahwa dalam kondisi bencana, masyarakat membutuhkan dukungan bersama agar proses pemulihan dapat berjalan. “Semangat gotong royong harus terus kita jaga. Ketika masyarakat mengalami musibah, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu sesuai kemampuan masing-masing,” katanya. Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan kepada perwakilan masyarakat. Kehadiran keluarga besar PGRI di Palue diharapkan menjadi pesan bahwa masyarakat terdampak bencana tidak berjalan sendiri. Solidaritas, gotong royong dan kepedulian menjadi kekuatan bersama untuk membantu masyarakat Palue melewati masa pemulihan pascabencana.
