Puluhan Ribu Calon Mahasiswa Tak Lanjut ke PTN, Rektor UPG 1945 NTT Dorong Pilihan ke PTS

08 Juli 2026Administrator UPG 1945 NTT

Mundurnya sekitar 60 ribu calon mahasiswa yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi perhatian publik secara nasional. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa persoalan biaya pendidikan tinggi masih menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat untuk melanjutkan studi.

Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, menilai besarnya biaya kuliah di sejumlah PTN diduga menjadi salah satu faktor yang membuat banyak calon mahasiswa memilih mengundurkan diri, meski telah berhasil memperoleh kursi di perguruan tinggi negeri.

"Beberapa hari terakhir ini ramai diberitakan, termasuk di berbagai media, bahwa sekitar 60 ribu calon mahasiswa memutuskan mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos di Perguruan Tinggi Negeri," ujar Uly saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus membuka ruang bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk mengambil peran dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat yang tetap ingin melanjutkan kuliah.

"Di sinilah PTS hadir sebagai solusi," katanya.

Uly menjelaskan, perguruan tinggi swasta pada dasarnya tidak berorientasi pada keuntungan semata, melainkan menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang lebih mudah dijangkau.

"PTS bukan lembaga yang mengejar profit, tetapi lembaga nirlaba yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan, UPG 1945 NTT terus berkomitmen menyediakan pendidikan tinggi yang berkualitas dengan biaya kuliah yang tetap terjangkau. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Karena itu, UPG 1945 NTT senantiasa berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dengan biaya yang ekonomis agar semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Meskipun biaya kuliah kami ekonomis, kualitas dan mutu pendidikan tetap menjadi prioritas yang kami jaga," pungkasnya.