KPID NTT Siap Fasilitasi Magang Mahasiswa dan Praktisi Mengajar di UPG 1945 NTT

Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT menyatakan kesiapannya memperkuat sinergi dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT melalui berbagai program kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, saat menerima kunjungan kemitraan jajaran KPID NTT di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, hadir Wakil Ketua KPID NTT, Kekson Fole Salukh, Koordinator Bidang Kelembagaan Ichsan Arman Pua Upa, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran (PIS) Fredrikus Royanto Bau, Koordinator Bidang PKSP Aulora Agrava Modok, serta Anggota KPID NTT Yohanes AR Teme.
Dari pihak UPG 1945 NTT turut hadir Wakil Rektor II Bidang Kerja Sama, Darmanto F. Kisse, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Jhon Liem, beserta sejumlah staf.
Dalam kesempatan itu, Kekson Fole Salukh menjelaskan bahwa KPID NTT menjalankan fungsi pengawasan terhadap lembaga penyiaran berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
Ia mengatakan KPID NTT membuka peluang kolaborasi dengan UPG 1945 NTT melalui berbagai program, antara lain praktisi mengajar, penelitian mengenai pola konsumsi informasi di wilayah perbatasan, program magang mahasiswa, hingga penguatan literasi media digital.
"Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi di NTT, termasuk UPG 1945 NTT. Melalui kolaborasi ini kami berharap dapat memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan terhadap lembaga penyiaran di NTT," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UPG 1945 NTT Uly Jonathan Riwu Kaho menyampaikan bahwa hubungan antara kampus dan KPID NTT telah terjalin cukup lama sehingga rencana kerja sama tersebut menjadi langkah yang sangat positif.
Menurutnya, selama sekitar satu dekade terakhir UPG 1945 NTT telah menjalin kemitraan dengan KPID NTT. Kampus juga beberapa kali dipercaya terlibat dalam panitia seleksi calon Komisioner KPID NTT. Selain itu, salah seorang dosen UPG 1945 NTT pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua KPID NTT periode 2022–2025.
"KPID NTT bukan lembaga yang asing bagi kami. Hubungan yang telah terbangun selama ini menjadi modal yang baik untuk memperkuat kerja sama ke depan," katanya.
Uly menegaskan UPG 1945 NTT siap memberikan ruang kepada para komisioner KPID NTT untuk berbagi pengalaman dan keahlian melalui kegiatan perkuliahan maupun program praktisi mengajar sesuai bidang kompetensi masing-masing.
Ia berharap kepengurusan KPID NTT periode 2026–2029 mampu menghadirkan berbagai inovasi dan meninggalkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
"Kami berharap kolaborasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah," ujarnya.
Lebih lanjut, Uly menjelaskan bahwa mekanisme pelaksanaan kerja sama akan dituangkan secara resmi dalam Memorandum of Understanding (MoU) maupun Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan pelaksanaan berbagai program yang telah direncanakan.
