Gubernur Melki Tutup Turnamen Tinju Rektor UPG 1945 Cup, Siapkan Petinju NTT Menuju PON 2028

11 Juni 2026Administrator UPG 1945 NTT

Gubernur NTT Tutup Open Tournament Tinju Rektor UPG 1945, Dorong Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi menutup Open Tournament Tinju Rektor UPG 1945 Cup yang berlangsung di GOR Oepoi, Kota Kupang, pada Rabu (10/6/2026). Kejuaraan tersebut diikuti ratusan petinju dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari Timor Leste.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ajang persaingan untuk meraih kemenangan, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembinaan atlet tinju NTT dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Menurutnya, para petinju yang tampil menunjukkan kemampuan yang sangat baik dan memiliki potensi besar untuk menjadi andalan NTT di masa mendatang. Ia optimistis para atlet tersebut dapat dipersiapkan secara maksimal untuk bersaing di tingkat nasional.

“Kita menyaksikan sendiri kualitas atlet-atlet tinju yang luar biasa. Mereka adalah calon-calon petinju terbaik yang akan dipersiapkan menuju PON 2028 dan membawa nama baik NTT di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Melki.

Ia menilai performa para peserta sudah menunjukkan kualitas yang mampu bersaing di level nasional. Karena itu, turnamen ini diyakini menjadi wadah yang efektif untuk menemukan dan mengembangkan atlet-atlet potensial yang kelak dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Selain mengejar prestasi, Melki juga menekankan pentingnya nilai-nilai positif yang terkandung dalam olahraga tinju. Menurutnya, olahraga ini mengajarkan disiplin, ketekunan, kerja keras, serta semangat sportivitas kepada para atlet.

“Tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa latihan yang sungguh-sungguh, kerja keras, dan upaya terus-menerus untuk meningkatkan kualitas diri,” tegasnya.

Gubernur juga memberikan apresiasi atas sikap sportif yang ditunjukkan para petinju selama turnamen berlangsung. Meski bertanding dengan penuh semangat di atas ring, para atlet tetap menunjukkan rasa hormat dan persaudaraan setelah pertandingan berakhir.

“Kita bisa melihat bagaimana mereka bertarung dengan maksimal. Namun setelah pertandingan selesai, mereka saling menghargai dan menunjukkan persaudaraan. Itulah salah satu nilai penting yang diajarkan olahraga tinju,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Melki menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk Papua, sejumlah provinsi lainnya, serta Timor Leste. Kehadiran mereka dinilai menjadi bukti bahwa Turnamen Tinju Rektor UPG 1945 Cup telah mendapat tempat dan kepercayaan di kalangan komunitas tinju.

Menjelang penutupan acara, Melki mengundang seluruh atlet dan sasana untuk kembali berpartisipasi dalam Kejuaraan Tinju Piala Gubernur NTT yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Sabu Raijua pada September 2026.

“Saya mengajak seluruh atlet dan sasana yang hadir untuk kembali mengikuti Kejuaraan Tinju Piala Gubernur di Sabu Raijua. Bagi yang belum sempat ambil bagian dalam turnamen ini, kami berharap dapat bertemu pada kejuaraan berikutnya,” ujarnya.

Rangkaian penutupan juga diisi dengan penyampaian ucapan selamat ulang tahun kepada Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945. Di akhir sambutannya, Melki mengapresiasi kerja keras seluruh panitia pelaksana, wasit, juri, aparat keamanan, serta tim medis yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga turnamen ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses. Semoga dari ajang ini lahir petinju-petinju berprestasi yang mampu mengharumkan nama NTT,” tutupnya.