UPG 1945 NTT Bekali Mahasiswa KKN, Rektor Tekankan Pentingnya Menjaga Sikap di Masyarakat

29 Mei 2026Administrator UPG 1945 NTT

Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan pembekalan bagi 470 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juni–Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPG 1945 NTT menegaskan pentingnya menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku selama berada di tengah masyarakat sebagai representasi almamater kampus. Kegiatan berlangsung di Aula El Tari Kupang, Jumat 29 Mei 2026.

Saat membuka kegiatan pembekalan, Rektor UPG 1945 NTT Ully J. Riwu Kaho, SP., M.Si menjelaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata bukan hanya kewajiban akademik semata, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan sosial mahasiswa kepada bangsa serta daerah. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh sekadar menjadi ruang belajar teori, melainkan harus hadir memberikan perubahan sosial dan solusi nyata bagi masyarakat.

Ia menambahkan, mahasiswa harus mampu menjalankan peran sebagai agen perubahan, pemberdayaan, dan kemanusiaan dalam membantu berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga persoalan sosial di masyarakat.

Rektor juga menyampaikan bahwa UPG 1945 NTT terus melakukan pembenahan di berbagai bidang, mulai dari penguatan sumber daya manusia, tata kelola kampus, pengembangan program studi, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian, hingga hilirisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, persaingan dunia pendidikan tinggi saat ini semakin kompetitif, terutama dengan perguruan tinggi negeri yang terus menarik minat calon mahasiswa, sehingga perguruan tinggi swasta dituntut untuk lebih adaptif dan inovatif.

Kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN, Rektor berpesan agar senantiasa menjaga nama baik kampus melalui sikap, ucapan, dan tindakan selama berada di lokasi pengabdian. Mahasiswa juga diminta membangun hubungan yang harmonis dengan tokoh masyarakat maupun pemerintah desa. Ia menekankan agar mahasiswa hadir untuk belajar dan berbaur dengan masyarakat, bukan merasa paling mengetahui segala hal.

Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu bekerja secara nyata dan bertanggung jawab dengan menghadirkan program-program yang realistis dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan hanya bersifat seremonial. Momentum KKN juga diminta dimanfaatkan untuk melatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen konflik, serta kerja sama tim yang tidak diperoleh di ruang perkuliahan. Pada prinsipnya, mahasiswa harus selalu mengedepankan etika dan sopan santun selama menjalankan program KKN.

Rektor turut meminta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar menjalankan tugas pendampingan secara maksimal. DPL diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pengawas administrasi, tetapi juga menjadi pembimbing, motivator, sekaligus teladan bagi mahasiswa selama berada di lokasi KKN.

Kegiatan pembekalan tersebut turut dihadiri Ketua BPH PB PGRI NTT Dr. Semuel Haning, SH., MH, Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, Ibunda Guru PGRI Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Rektor UPG 1945 NTT, serta civitas akademika UPG 1945 NTT.