Pelantikan Dan Pengukuhan Rektor, Wakil Rektor Dan Dekan Fakultas Periode 2025 - 2030

11 Juli 2025Administrator UPG 1945 NTT

Prof. Unifah Lantik Rektor Baru UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho Periode 2025–2029

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Unifah Rosyidi, secara resmi melantik Uly Jonathan Riwu Kaho, SP., MM sebagai Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur untuk masa jabatan 2025–2029.
Pelantikan ini digelar di Aula El Tari, Kantor Gubernur Kupang, pada Senin sore, 7 Juli 2025, dan turut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua BPLP PGRI Pusat Prof. Dr. Supardi Uki Sajiman, Ketua BPH PB PGRI Dr. Semuel Haning, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, serta para dosen, mahasiswa, dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Prof. Unifah menyampaikan selamat kepada Uly Riwu Kaho atas amanah baru sebagai Rektor. Ia menilai UPG 1945 NTT telah menempuh perjalanan panjang yang tidak mudah.

“Pak Sam Haning ini seperti batu karang – kuat, tangguh, meski diterpa gelombang, namun tetap memiliki kelembutan hati. Beliau bisa tetap melaju meskipun menghadapi badai,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sangat mengenal sosok Dr. Semuel Haning dan David Selan, yang berjasa besar dalam mendirikan dan memperkuat fondasi kampus UPG 1945 NTT.

“Selamat kepada Pak Ully dan seluruh tim. Jika Pak Semuel adalah batu karang, maka Pak David adalah orang yang memperkuat struktur kampus ini,” tambahnya.

Prof. Unifah juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden Prabowo yang turut memberikan dukungan terhadap keberlangsungan UPG 1945 NTT.

“Pak Ully, silakan membangun kampus ini dengan penuh inovasi dan kreativitas, dengan dukungan dari seluruh elemen, termasuk pengurus PGRI di NTT. Kampus ini harus menjadi motor kemajuan daerah, menciptakan terobosan, dan menjadi pusat kreativitas,” ucapnya.

Ia juga berpesan kepada Rektor yang baru dilantik agar dalam lima tahun mendatang, UPG 1945 NTT tumbuh menjadi pusat perubahan yang membanggakan.

“Semoga kampus ini menjadi ruang yang menggembirakan dan penuh semangat. Mari kita tumbuh dan berkembang bersama,” tutup Prof. Unifah.

Sementara itu, dalam pidato perdananya, Uly Jonathan Riwu Kaho mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan serta menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan seluruh civitas akademika.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan soal kedudukan semata, melainkan bentuk pelayanan yang dilandasi karakter, spiritualitas, dan moral yang kuat.

“Saya hadir di sini bukan sebagai atasan, tetapi sebagai pelayan dan rekan seperjalanan,” tegasnya.

Rektor Uly juga menyampaikan visi besar UPG 1945 NTT: menjadi kampus unggulan yang berbudaya, menjadi kebanggaan warga PGRI, dan pilihan utama masyarakat. Ia juga memperkenalkan filosofi kepemimpinannya, “Tri Bajik Eka Cita” – yakni tiga kebajikan demi satu cita-cita luhur.

“Tugas ini memang tidak ringan, tapi sangat bernilai. Mari kita bangun peradaban, bukan sekadar mencetak lulusan,” ucapnya disambut tepuk tangan hangat hadirin.